Conte Begadang Selama Dua Hari

460 views

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

Web Agen Game Depo / WD Link
AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

conte-begadang-selama-dua-hari

Kekalahan 0-3 The Blues di Derby London pada pekan keenam Liga Primer inggris, menambah beban pikiran Conte, terlebihnya sesudah John Terry dan kawan-kawan kalah di laga yg terlebih dahulu, waktu melawan Setan Merah atau Liverpool. pengasuh italia mempunyai usia 47 tahun itu hingga tidak tidur selama dua hari, akibat kekalahan itu, Senin (26/09/16).

Conte ialah pengasuh yang perfeksionis, mempunyai inginan kesempurnaan di lini belakang. Laiknya pengasuh asal italia yang lain, Conte mempunyai pemahaman tinggi akan catenaccio atau pertahanan grendel dan menjadikannya landasan bermain dalam sesuatu laga.

mempunyai pertahanan solid nyaris pasti menjamin keberhasilan menang, andai bisa mengombinasikannya lini depan yang tajam dan efektif. akan tetapi Sampai ini perihal tersebut belum terlihat di Chelsea, Conte belum mendapatkan strategi yang pas untuk tim asal London itu.

Dua kekalahan beruntun dari Setan Merah atau Liverpool dan Arsenal, letakkan posisi mereka di urutan 8 dan gawang Thibaut Courtois kebobolan 9 gol. Kekalahan paling akhir dari Arsenal pun hingga bikin Conte sukar tidur.

ia mengucap dgn tegas pada skuat Roman Empire, jika tidak mau finis di papan tengah klasemen, maka mereka harus menambah permainannya di laga selanjutnyanya.

“Kami harus banyak berkembang jika kami ingin tetap berada di papan atas klasemen, bukan di tengah. Tapi pesan saya ini tidak mutlak. Pesan paling termutlak ialah pemain yang bertanding. Kami seluruh harus mengerti pesan ini, dan langsung mendapatkan solusi untuk berkembang,” ucap Conte, Selayakmana diwartakan Goal.

“Saya tidak tidur (selepas kekalahan dari Arsenal), saya tidak tidur selama dua malam. pada waktu itu tidak tidur, saya berpikir dan mutlak membuatnya. Saya marah di babak pertama (waktu melawan Arsenal), tapi saya lebih suka menjaga kata-kata saya, ada peraturan di ruang ganti pemain,” tuturnya.